Media Sosial Bicara tentang Kehidupan dan Kematian Kami

Apa yang Anda akan lakukan jika setiap hari Anda menyaksikan pembunuhan, penangkapan, penyiksaan? Bagaimana jika media-media resmi dibumkam penguasa untuk menulis tentang keadaan itu? Bagaimana jika wartawan memihat  pemerintah dan melawan kebenaran?  Bagaimana jika akses wartawan asing ditutup rapat oleh penguasa untuk meliput kondisi ini?

Sulit membayangkan. Tapi, inilah yang kami pilih. Ya, kami pilih jalan blog. Anak-anak muda di sini, di Papua Barat memaksa diri membuat blog untuk mewartawan kepada dunia tentang pembunuhan, penangkapan, dan pembumkaman atas media. Anda tahu, mengambil jalan blog adalah bukan hal yang akrat dengan kami. Tetapi, kami harus bisa. Kami harus paksakan diri kami. Ini menjadi sebuah gerakan kami.

Gerakan kami dimulai sejak tahun 2006 di Jayapura, pusat provinsi Papua Barat. Saat itu, kami melihat sebuah peristiwa demontrasi berdarah yang melibatkan puluhan ribu rakyat sipil di Papua Barat.  Mereka meminta pemisahan dari Indonesia.  Pada aksi itu, militer menembak aksi massa dengan membabi buta dan menewaskan lebih dari 10 orang. Puluhan orang ditangkap dan yang lainnya lari ke hutan. Tidak satu pun media nasional yang memuat. Pemerintah dan militer menekan media.

Satu minggu kemudian, kami anak-anak muda berkumpul di hutan. Kami bicara tentang bagaimana anak-anak muda Papua Barat mewartawan sendiri keadaan di sini. Kami bicara bagaimana memanfaatkan media sosial seperti blogspot, wordpress, facebook, dan lainnya untuk bicara tentang hal-hal yang tidak dimuat media resmi.

Media Sosial @By Huasonic

Singkat cerita, lebih dari 20 pemuda sepakat untuk belajar membuat blogspot dan wordpress. Dua minggu setelah pertemuan itu (November 2006), 20 pemuda dilatih oleh seorang senior. Setelah 20 lebih pemuda ini bisa membuat blog, tantangan berikutnya adalah soal menulis. Menulis adalah bukan hal yang mudah bagi kami. Tetapi, jika kami tidak memulai maka kami tidak akan pernah menulis. Menulis adalah memulai memulai. Maka, kami mulai dan terus memposting berbagai peristiwa di Papua Barat di blog sekaligus belajar.

Kemi melihat 20 orang itu terus konsisten menulis tentang berbagai peristiwa di Papua Barat. Bahkan pengaruh dari 20 orang lebih besar. Mereka bisa pengaruhi anak muda Papua Barat untuk menulis di blog dan media sosial lainnya. Saat ini lebih dari 30 anak muda Papua memanfaatkan blog untuk menulis tentang bebagai peristiwa di Papua Barat. Beberapa blog anak-anak muda yang bisa Anda lihat adalah victor, ipah, freeWP, diary, poin, story, WP network, WPA, WPToday, saksi mata, jalan panjang, dan masih banyak lagi.

Inilah mungkin cara yang baik bagi kami untuk mewartakan kepada dunia tentang apa yang kami alami. Tetapi, kami sadar bahwa ini sangat kurang. Kami masih menggunakan bahasa Indonesia. Hanya sedikit yang menggunakan bahasa Inggris. Kami masih tertantang untuk terus menulis, belajar menulis, dan belajar bahasa.

Inilah cara kami. Kami memilih jalan blog jika media resmi terbumkam. Kami memilih jalan blog jika kebenaran dibumkam. Kami memilih jalan ini untuk mewartakan kebenaran yang terbunuh di tanah kami, Papua Barat.

About West Papua
... Menulis tentang apa yang saya saksikan dengan MATA, HATI, dan PIKIRAN ke-MELANESIA-an saya di West Papua sebelum menerima salah satu bagian dari hidup yang mutlak, yakni KEMATIAN...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: