Media Sosial

Pengguna internet pada akhir 2011 di Indonesia kini mencapai 55 juta orang. Ini meningkat 13 juta dari tahun sebelumnya.

Hal ini membuktikan bahwa Indonesia adalah negara yang cukup aktif untuk menggunakan untuk menggunakan jaringan internet. Seiring berjalannya waktu maka masyrakat akan mulai membaca informasi yang didapat dari media online. Lahirnya media-media online kini, maka akan memudahkan pembaca untuk membaca keadaan masa kini di negara mereka sendiri. Pembaca juga dapat membaca informasi dari belahan dunia Internasional.

Beberapa peserta pelatihan sedang menggunakan media sosial. Photografer adalah Novita Sari Simamora

Kita juga dapat melihat beberapa media yang menerbitkan media cetak dan juga media online, seperti Tempo menerbitkan http://www.tempo.co, Majalah Selangkah juga menerbitkan http://www.majalahselangkah.com. Mengapa mereka menerbitkan cetak dan juga membuat online?

Saat saya mendapatkan pelatihan dari APJC (Asia Pacific Journalism Center) di Melbourne, seorang trainer yang melatih peserta yang juga mengajar di Universitas RMIT, Renee Barnes mengatakan hal media harus mengikuti perkembangan zaman karena pembaca kini sudah menggunakan media online.

” Bila media tidak menyediakan apa yang diinginkan pembaca, maka pembaca akan lari. Pembaca butuh media online, maka itu harus ada. Dan untuk mendapatkan keseimbangan, maka media tersebut dapat menulis di cetak lalu menulis di online. Lalu tulis link tersebut di cetak, maka kamu tidak akan kehilangan pembaca,” ucap Renee.

Bila ingin media online menarik banyak orang maka media harus menulis dengan cara yang berbeda. Renee memberikan pelatihan kepada delapan peserta pada sesi Blogging for Journalist. Dijelaskannya, pada online berita/cerita tidak akan pernah berhenti, berita dapat diubah dengan sangat cepat.

“Tulis dengan cara yang berbeda. Menulis apa yang dialami wartawan untuk memperoleh berita.”

Delapan peserta tersebut adalah Eddie Trevor dari  Solomon Star di  Solomon Island, Embelina dari  Jornal Nacional Diario Semanario di  Timor Laste, Yanuarius Viodeogo Seno dari  Borneo Tribune Daily News di Pontianak, Yermias Degei dari http://www.majalahselangkah.com di West Papua, Bosorina Robby dari The National Pacific Star di PNG (Papua New Guinea), Ancilla Wrakuale dari Soulth Pacific Post Ltd-Post Courier di PNG too, Geraldine Panapasa dari Fiji Times in Fiji, dan Novita Sari Simamora dari Tempias di Sumatera Utara.

About Novita Sari Simamora
Life is a struggle. Before I worked for Harian Global (Daily Global Newspaper). Now I am preparing Tempias to be online. I was born in Medan. I have got training from APJC (Asia Pasific Journalism Center) about Leadership in Reporting Economic Development in Melbourne, Australia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: